Arsitektur Tropis : Pengertian, Ciri-ciri, serta Penerapannya

Desain Arsitektur Tropis – Keberadaan Indonesia di kawasan beriklim tropis membuat berbagai rumah adat tradisional Nusantara menjadi objek studi arsitektur hingga tingkat dunia. Bukan hanya karena kekayaan kultur dan budayanya melainkan juga penerapan desain arsitektur tropis pada bangunan-bangunan tradisional ini.

Namun, bukan berarti arsitektur tropis terbatas penerapannya pada bangunan tradisional. Studi ini justru untuk membawa nilai-nilai desain arsitektur tropis yang baik dan benar pada bangunan-bangunan modern yang dibangun di kawasan beriklim tropis.

Lalu, apa itu arsitketur tropis? Dan, mungkinkah untuk menerapkan konsep desain arsitektur tropis pada hunianmu?

Baca juga: Mengenal Arsitektur Mediterania : Asal, Tipe & Karakter Desain

Pengertian Arsitektur Tropis

Sebelum membahas lebih dalam mengenai apa itu arsitektur tropis, ada baiknya kita pahami terlebih dahulu mengenai pengertian iklim tropis. Iklim tropis adalah iklim yang terjadi pada daerah yang dilewati oleh garis khatulistiwa atau daerah ekuator secara letak era berada di 23,5 derajat lintang utara dan 23,5 derajat lintang selatan. Wilayah beriklim tropis umumnya memiliki curah hujan dan kelembaban udara tinggi dengan matahari cerah sepanjang tahun. Ciri lain kawasan beriklim tropis adalah hanya memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau.

Untuk mampu menghadapi kondisi iklim inilah berkembang bangunan dengan konsep arsitektur tropis. Arsitektur tropis adalah konsep desain arsitektur yang berada di daerah tropis dan telah beradaptasi dengan iklim tropis. Berbagai kondisi iklim tropis seperti temperatur udara, radiasi matahari, angin, kelembaban, serta curah hujan adalah contoh aspek-aspek iklim yang mempengaruhi desain dari rumah-rumah dengan arsitektur tropis.

Konsep arsitektur tropis yang mampu beradaptasi dengan iklim inilah yang telah diaplikasikan sejak dulu oleh nenek moyang Indonesia guna menciptakan bangunan yang aman serta nyaman untuk dihuni di kawasan dengan karakteristik iklim tropis.

Bangunan dengan konsep arsitektur tropis
Rumah Gadang | Sumber gambar: Kalimantan Pers

Ciri-ciri & Karakteristik Arsitektur Tropis

Berbagai kriteria dari aristektur tropis untuk menciptakan kenyamanan bangunan yang didirikan di daerah beriklim tropis membuat arsitektur tropis hadir dengan beberapa ciri-ciri dan karakteristik yang khas. Berikut beberapa ciri-ciri arsitektur tropis yang mudah dikenali.

  • Bentuk apa miring (>30 derajat) baik dalam bentuk pelana ataupun limas. Bentuk atap ini tidak hanya cocok untuk kawasan bercurah hujan tinggi seperti iklim tropis karena mampu memperlancar aliran air hujan, namun juga memberikan ruang atap yang cukup untuk mencegah panas dari radiasi matahari langsung masuk ke dalam ruangan.
  • Terdapat Overstek pada bangunan, terutama pada bagian-bagian bangunan yang terdapat bukaan untuk mencegah tampias dari air hujan dan silaunya sinar matahari langsung. Selain overstek,umumnya terdapat juga teras untuk mencegah radiasi langsung.
  • Untuk bukaan seperti jendela dan pintu, memiliki ukuran sedang yang tidak terlalu besar dengan lapisan gorden atau tirai pada bagian dalam untuk mengontrol kuantitas dari sinar matahari yang masuk kedalam ruangan. Keberadaa ventilasi udara dalam jumlah banyak juga sangat umum ditemukan untuk menciptakan penghawaan alami.
  • Orientasi bangunan umumnya menghadap dan memanjang ke arah timur dan barat guna mencegah permukaan bangunan yang lebih banyak terkenal paparan sinar matahari pada permukaan terbesar pada bangunan yang akan menganggu kenyamana thermal. Hal ini juga berkaitan dengan bukaan jendela yang umumnya terdapat pada sisi selatan dan utara untuk mencegah sinar matahari langsung.
  • Penggunaan material bangunan lokal yang umumnya  bisa didapatkan disekitar dan juga memiliki karakteristik mampu mencegah penyerapan panas ke dalam bangunan.
  • Dari segi warna, pengunaan warna-warna terang lebih umum ditemukan pada bangunan dengan konsep arsitektur tropis karena warna-warna gelap cenderung lebih menyerap panas.
  • Dalam konsep keseluruhan arsitektur tropis, keberadaan vegetasi cukup erat kaitannya karena selain sebagai unsur dekoratif, vegetasi mampu membantu berperan sebagai peneduh, pengatur kelembaban udara, serta membuat kualitas udara yang lebih baik.

Baca juga: Mengenal 7 Jenis Bentuk Atap Rumah

Contoh Penerapan Desain Arsitektur Tropis pada Hunian Modern

Lalu, bagaimana penerapan berbagai ciri dan kriteria dalam arsitektur tropis tersebut dalam bangunan? Berikut adalah beberapa contoh penerapan prinsip-prinsip arsitektur tropis pada bangunan modern:

1. Green Office Park 6

Bangunan dengan konsep arsitektur tropis
Green Park Office 6 | Sumber gambar: Wikipedia

Bangunan perkantoran yang berada di Tanggerang Selatan ini adalah bagian dari kawasan Green Office Park BSD City. Memiliki konsep bangunan hijau, Green Office Park 6 memiliki perencanaan desain, pembangunan, hinga pengoperasian yang benar-benar mempertimbangkan faktor lingkungan sekitar yang dalam kasus ini berada di kawasan beriklim Tropis.

Dengan prinsip efisiensi energi dengan perhitungan arah mata angin, bangunan yang mencerminkan citra arsitekur tropis modern ini mampu mengurangi panas matahari, memanfaatkan pencahayaan alami dengan efisien dan memaksimalkan ventilasi sirkulasi udara.

Bahkan, Green Office Park 6 ini diklaim mampu melakukan penghematan listrik hingga 19,5 persen, dan penghematan air mencapai 58 persen dari baseline, lho!

2. Sequis Center

Bangunan dengan konsep arsitektur tropis
Sequis Center | Sumber gambar: Kompas Properti

Dikenal dengan nama S Widjojo Center dan berubah menjadi Sequis Center pada 2010, bangunan yang berada di Jalan Sudirman ini sangat erat dengan sejarah masuknya bahan bangunan GRC (glassfiber reinforce cement) ke pasar Indonesia.

Sequis Center memanfaatkan GRC sebagai shading bangunan dan berdasarkan desain telah menerapkan konsep bangunan hijau. Keberadaan shading-shading GRC berfungsi mengurangi paparan langsung dari sinar matahari, sehingga suhu dalam ruangan berkurang dan dapat mengefisiensi penggunaan pendingin ruangan.

Bangunan modern dengan konsep arsitektur tropis ini diklaim mampu melakukan penghematan listrik hingga 28,12 persen, sedang penghematan air mencapai 28,26 persen.

Baca juga: 9 Karya Desain Arsitek Indonesia yang Mendunia


Menerapkan kriteria dan prinsip arsitektur tropis dalam perancangan hunianmu yang berada di kawasan beriklim tropis tentu merupakan solusi untuk ciptakan hunian yang tak cuma nyaman untuk ditinggali melainkan ramah lingkungan. Tak perlu khawatir juga karena konsep arsitektur tropis takkan mengurangi estetika dari hunian milikmu dan juga bisa diwujudkan secara praktis tanpa perlu merogoh biaya ekstra.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s