12 Bangunan Bersejarah di Indonesia dengan Arsitektur Menakjubkan

Arsitektur Bangunan Bersejarah di Indonesia – Memiliki latar belakang budaya, etnis, geografis membuat Arsitektur bangunan di Indonesia sangatlah unik. Tak cuma dipengaruhi budaya, pengaruh dari luar serta nilai-nilai kepercayaan ikut membentuk wajah dari arsitektur bangunan di Indonesia. Hal tersebut bisa dilihat dari arsitektur bangunan bersejarah yang ada di Indonesia.

Tak cuma nilai sejarah yang panjang dan penting, berbagai bangunan bersejarah ini juga menyimpan nilai arsitektur yang menarik untuk dipelajari. Ingin tahu seperti apa wajah arsitektur bangunan bersejarah yang ada di Indonesia?

Baca juga: Menyusuri Perkembangan & Sejarah Arsitektur Indonesia

Arsitektur Bangunan Bersejarah di Indonesia

1. Istana Maimun

Istana Maimun Arsitektur Bangunan Bersejarah
Istana Maimun | Sumber gambar: Zona It Medan

Jauh sebelum kemerdekaan Indonesia, Nusantara masih berbentuk kerajaan-kerajaan. Salah satu peninggalan bangunan bersejarah dari salah satu kerajaan di Indonesia bisa kamu temui di Kota Medan, Sumatera Utara.

Istana Maimun adalah bangunan bersejarah peninggalan dari Kerajaan Deli yang didirikan oleh Sultan Maimun Al Rasyid Perkasa Alamsyah, keturunan ke-9 Kesultanan Deli. Pembangunannya sendiri dimulai pada 26 Agustus 1888 dan diresmikan ada 18 Mei 1891.

Dirancang oleh seorang arsitek berkebangsaan Italia, arsitektur dari bangunan bersejarah ini sangatlah menarik karena kental akan perpaduan unsur melayu, Islam dan gaya-gaya dari Italia, India, dan juga Spanyol.

Unsur melayu bisa dilihat dari dominasi warna Kuning yang juga merupakan lambang kebesaran Kerajaan Deli dan pengaruh Islam terlihat dari bentuk-bentuk lengkung setengah lingkaran dan juga lengkung persia (menyerupai perahu terbalk) yang umumnya lebih banyak ditemukan pada bangunan-bangunan di kawasan Timur Tengah.

Sedangkan, gaya Eropa pada bangunan bersejarah ini bisa dilihat dari penggunaan ornamen-ornamen interior seperti lampu, meja, lemari, hingga daun pintu. Menilik ukuran jendela dan pintu yang lebar serta besar, hal ini juga merupakan pengaruh dari bangunan-bangunan Eropa pada masa itu.

Kini, bangunan Istana Maimun masih terawat dengan baik. Berdiri kokoh menghadap timur, bangunan yang memiliki dua lantai ini terdiri dari tiga bagian yaitu bangunan induk serta sayap kiri dan kanan istana.

2. Gedung Sate

Arsitektur Bangunan Bersejarah di Indonesia - Gedung Sate
Gedung Sate | Sumber gambar: Ide Trips

Bangunan bersejarah Indonesia selanjutnya merupakan bangunan yang cukup Ikonik dan hingga kini masih berfungsi sebagai pusat pemerintahan Kota Bandung. Gedung Sate yang dibangun pada 1920 ini memiliki ciri khas berupa ornamen menyerupai tusuk sate pada puncak bangunannya sehingga membuat bangunan bersejarah ini dijuluki Gedung Sate. Namun, pada masa pemerintahan Belanda gedung disebut Gouvernements Bedrijven atau GB.

Gedung bersejarah di Bandung ini sendiri merupakan hasil rancangan tim ahli dari Belanda yang terdiri dari Ir. J. Gerber, seorang arsitek muda ternama lulusan Fakultas Teknik Delft Nederland, serta Ir. Eh. De Roo dan juga Ir. G. Hendriks.

Keindahan dan kemegahan Gedung Sate ini disebut-sebut dibangun dengan tenaga 2.000 pekerja yang berasal dari beragam etnis, termasuk didalamnya adalah 150 tukang kayu serta pemahat batu asal daratan Cina. Salah satu hal yang membuat banyak orang mengagumi arsitektur bangunan bersejarah di Indonesia satu ini adalah harmonisasi dari perkawinan budaya timur dan barat yang berhasil dicerminkan dari arsitektur bangunan bersejarah ini.

Kamu bisa melihat gaya Renaissance Italia melalui jendela bangunan yang bergaya Moor Spanyol serta menara gedung yang memiliki gaya atap menyerupai pura Bali atau pagoda dari Thailand. Selain itu, penempatan orientasi serta sumbu dan poros bangunan gedung sate juga dirancang sangat terperinci, yaitu menghadap ke arah Gunung Tangkuban Perahu yang berada di sebelah utara dari bangunan ini.

Meski telah berusia hampir satu abad, bangunan bersejarah ini masih kokoh dan digunakan sebagai gedung pemerintahan seperti fungsi sejak awal Gedung Sate dibangun.

3. Lawang Sewu

Arsitektur Bangunan Bersejarah di Indonesia
Lawang Sewu | Sumber gambar: Heritage

Kini lebih dikenal sebagai salah satu objek wisata, Lawang Sewu mendapatkan julukannya dari bahasa Jawa yang memiliki arti seribu pintu. Hal ini dikarenakan bangunan bersejarah Indonesia yang telah berusia lebih dari 100 tahun ini memiliki banyak sekali pintu, meskipun jumlah pintu pada Lawang Sewu tidak benar-benar mencapai 1000 buah.

Mulai dibangun pada 1904 dan berhasil diselesaikan pada 1904, dahulu bangunan bersejarah ini merupakan kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij. Dengan arsitektur gaya Belanda yang sangat kental, kemegahan dan estetika dari bangunan bersejarah Indonesia yang berada di Semarang ini menjadi daya tari tersendiri bagi para wisatawan yang tengah berkunjung ke Semarang.

4. Taman Sari

Arsitektur Bangunan Bersejarah di Indonesia
Taman Sar | Sumber gambar: Wikipedia

Berada di Daerah Istimewa Yogyakarta, bangunan bersejarah di Indonesia selanjutnya merupakan situs bersejarah peninggalan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Dibangun pada 1758-1765, masa kesultanan Hamengky Buwono I, Taman Sari awalnya memiliki luas tak kurang dari 10 hektar dengan sekitar 57 bangunan uang membentang dari barat daya kompleks Kedhaton hingga tenggara kompleks Mangangan. Kini, sisa-sisa dari bangunan bersejarah yang ada hanyalah yang berada pada bagian barat kompleks Kedhaton.

Taman Sari yang kala itu difungsikan sebagai kebun Kerajaan, dan juga area rekreasi oleh para keluarga Kerajaan merupakan rancangan dari seorang arsitek asal Portugis bernama Demang Tegis. Beberapa bangunan yang ada di Taman Sari kala itu juga digunakan sebagai benteng pertahanan apabila istana diserang.

Hingga kini, kamu masih bisa melihat sisa-sisa kemegahan dari arsitektur bangunan bersejarah di Indonesia ini yang kaya akan nilai filosofi, budaya, mitos dan legenda serta sejarah yang panjang.

5. Jam Gadang

Arsitektur Bangunan Bersejarah di Indonesia Jam Gadang
Jam Gadang | Sumber gambar: Pro Kabar

Menjadi salah satu ikon di Sumatera Barat, Jam Gadang merupakan salah satu bangunan bersejarah yang cukup populer di Indonesia yang kini menjelma menjadi landmark sekaligus tujuan wisata. Jam Gadang yang memiliki tinggi 26 meter ini mendapatkan namanya dari ukurannya yang besar (gadang).

Pembangunan Jam Gadang yang selesai pada 1926 ini merupakan hadiah yang diberikan Ratu Belanda kala itu kepada sekertaris kota Bukittinggi pada masa pemerintahan Hindia Belanda kala itum Rook Maker. Konon, mesin yang digunakan untuk menjalankan jam Gadang ini hanya ada dua di dunia, yaitu di Jam Gadang itu sendiri dan juga Jam Big Ben yang populer di London.

Bentuk atap Jam Gadang yang ikonik saat ini sendiri merupakan hasil modifikasi. Pada awal dibangun, bentuk atap dari bangunan bersejarah di Bukittinggi ini berbentuk bulat dengan ornamen patung ayam jantan yang menghadap ke Timur pada bagian atasnya. Bentuk ini juga sempat berubah menjadi bentuk limas yang menyerupai atap bangunan pagoda pada masa penjajahan Jepang. Baru setelah Indonesia merdeka atap dari Jam Gadang diubah menjadi berbentuk atap gonjong, bentuk atap khas yang sering ditemui pada rumah-rumah adat masyarakat Minangkabau.

6. Masjid Istiqlal

Arsitektur Masjid Istiglal Indonesia
Masjid Istiqlal | Sumber gambar: Tribunnews

Menjadi bangunan Masjid terbesar di Asia Tenggara, Masjid Istiqlal adalah salah satu bangunan bersejarah yang ikonik di Indonesia. Masjid yang pembangunannya digagas oleh Presiden Soekarno ini merupakan hasil rancangan Frederich Silaban, arsitek Indonesia yang merupakan penganut agama Kristen.

Frederich Silaban sendiri bisa terpilih sebagai arsitek dari bangunan bersejarah di Indonesia ini melalui sayembara yang penjuriannya diketuai langsung oleh presiden Soekarno. Rancangan dari Masjid kebanggan Indonesia ini sendiri memiliki arsitektur Islam modern internasional, yaitu menerapkan bentuk-bentuk geometri sederhana seperti kubus, persegi, dan kubah bola, dalam ukuran raksasa untuk menimbulkan kesan agung dan monumental.

Selain itu, ukuran dan angka-angka yang terdapat pada desain bangunan masjid bersejarah ini sarat anak makna dan filosofi keislaman seperti tujuh gerbang untuk memasuki ruangan dalam Istiqlal yang masing-masing dinamai berdasarkan Al-Asmaul-Husna, nama-nama Allah yang mulia dan terpuji. Angka tujuh sendiri melambangkan tujuh lapis langit dalam kosmologi alam semesta Islam, serta tujuh hari dalam seminggu.

Baca juga: 12 Arsitektur Masjid Bersejarah Tertua di Indonesia

7. Fort Rotterdam

Arsitektur Bangunan Bersejarah di Indonesia Fort Rotterdam
Fort Rotterdan | Sumber gambar: Tribunnews

Arsitektur bangunan dengan nilai sejarah selanjutnya bisa ditemukan di Makassar. Berkunjung ke i ibukota provinsi Sulawesi Selatan ini, kamu bisa menemukan Benteng tua yang merupakan peninggalan dari kerajaan Gowa-Tallo. Benteng yang dikenal juga dengan nama Benteng Ujung Pandang ini mendapatkan nama Fort Rotterdam kala Belanda menduduki tempat ini dan menggunakannya sebagai pusat penampungan rempah-rempah untuk wilayah Indonesia Timur.

Pembangunan benteng ini dimulai pada 1545 aras gagasan Raha Gowa ke-9, I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ kallonna. Pada awal dibangun, bangunan bersejarah ini menggunakan bahan dasar tanah liat. Baru saat masa pemerintahan Raja Gowa ke-14, Sultan Alauddin konstruksi  diganti menjadi batu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst yang ada di daerah Maros.

Menilik arsitektur dari bangunan bersejarah di Indonesia, Benteng Ujung Pandang memiliki komposisi bentuk menyerupai penyu yang hendak menuju lautan. Hal ini mengacu pada filosofi Kerajaan Gowa, bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut, layaknya Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun di lautan.

8. Gereja Katedral Jakarta

Arsiterktur Gereja Katedral Jakarta
Katedral Jakarta | Sumber gambar: Merah Putih

Bersebelahan dengan Masjid Istiqlal, kamu bisa menemukan bangunan bersejarah lainnya yaitu Gereja Katedral Jakarta. Gereja megah bergaya Neo-Gotik yang memiliki tinggi tak kurang dari 60 meter ini didirikan pada 1891 dan diresmikan pada 21 April 1901 dengan nama “De Kerk van Onze Lieve Vrowe ten Hemelopneming ” yang memiliki arti “Gereja Santa Maria Diangkat Ke Surga”.

Bangunan religi bersejarah hasil karya Pastor Antonius Dijkmans ini memiliki detail arsitektur yang sangat detail yang memukau yang hingga saat ini masih menarik para orang untuk mengunjungi bangunan bersejarah di Jakarta ini sebagai destinasi wisata religi.Kamu juga masih bisa menemukan dua buah lonceng kuno yang tergantung pada menara gereja yang konon diproduksi pada tahun 1800-an.

9. Pura Besakih

pera besakih - arsitektur bangunan bersejarah di Indonesia
Sumber gambar: Wikipedia

Arsitektur bangunan bersejarah di Indonesia selanjutnya juga bisa ditemukan pada bangunan  religius. Kompleks Pura Besakih yang dibangun dengan megahnya pada ketinggian 915 di kaki Gunung Agung merupakan pusat kegiatan spiritual Hindu Dharma di Pulau Dewata.

Terdiri dari 23 Pura dengan Pura Penataran Agung sebagai pusat, pembangunan Pura ini telah dimulai sejak abad ke-10. Nilai sejarah dan budaya yang dimiliki Pura Besakih membuat bangunan bersejarah ini masuk dalam daftar pengusulan Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1995.

Arsitektur dari Pura Besakih yang konon merupakan Pura terbesar yang ada di Bali sarat akan nilai filosofi dan kebudayaan Hindu. yang berbaur harmonis dengan nilai-nilai budaya lokal yang hidup di masyarakat pulau Dewata.

10. Istana Bogor

Arsitektur Bangunan Bersejarah di Indonesia
Istana Bogot | Sumber gambar: Tribunnews

Dsebut-sebut sebagai salah satu Istana terindah di Indonesia, Istana Bogor yang kini berfungsi sebagai Istana Kepresidenan ini awalnya dibangun sebagai rumah peristirahatan pada 1744 dengan nama Buitenzorg atau Sans Souci yang memiliki makna “tanpa kekhawatiran”.

Sketsa awal dari bangunan bersejarah di Indonesia ini sendiri dibuat oleh Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff  mencontoh dari arsitektur Blehheim Palace, kediaman dari Duke Malborough yang berada di Oxford. Awalnya bangunan rumah peristirahatan yang selesai dibangun pada 1750 ini memiliki 3 lantai. Namun, karena kerusakan akibat gempa dari meletusnya Gunung Salak pada 10 Oktober 1834, Istana Bogor dibangun kembali menjadi bangunan satu lantai pada tahun 1850, Istana Bogor dibangun kembali, tetapi tidak bertingkat lagi karena disesuaikan dengan situasi daerah yang sering gempa.

Sejak saat itu bangunan Istana Bogor ini terus mengalami perubahan dan renovasi serta mengalami perubahan fungsi hingga setelah Indonesia merdeka, tepatnya di tahun 1950, Istana Bogot diresmikan sebagai salah satu istana Kepresidenan Indonesia.

11. Candi Borobudur dan Candi Prambanan

Borobudur dan Prambanan | Sumber gambar: Pojok Axis

Di masa yang lampau, kerajaan Hindu-Budha mengalami kejayaan di Nusantara. Kejayaan berbagai kerajaan ini mewarisi berbagai macam hal termasuk artefak dan bangunan peninggalan yang sangat memukau. Beberada diantaranya adalah Candi Borobudur yang bercorak Budha, dan Candi Prambanan yang bercorak Hindu.

Candi Borobudur yang didirikan pada masa Raja Samaratungga dari wangsa Syailendra pada tahun 825 M merupakan Candi Budha terbesar didunia yang telah diakui UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia. Dirancang oleh Gunadharma, Candi Borobudur dibangun dengan maerial batu kali yang disusun dengan sistem interlock. Memiliki tak kurang dari 594 patung Budha, bangunan bersejarah di Indonesia ini kaya akan detail-detail relief yang menceritakan berbagai kisah dalam ajaran Budha dan juga komposisi yang sarat akan filosofi Budhisme.

Selain Borobudur, Indonesia juga memiliki Candi Prambanan, candi bercorak Hindu yang dikenal juga sebagai kompleks seribu candi. Bangunan bersejarah satu ini dibangun sebagai bentuk pemujaan pada Dewa Siwa dan merupakan Candi Hindu terbesar di Indonesia. Kerap disebut sebagai salah satu candi terindah di Asia Tenggara, Prambanan juga diakui UNESCO sebagai situs warisan dunia.

12. Gereja Blenduk

Gereja Blenduk - Desain Arsitektur Gereja Terindah & Tertua di Indonesia
Gereja Blenduk | Sumber gambar: Wikipedia

Dibangun sekitar tahun 1753 membuat Gereja Blendug menjadi  bangunan gereja tertua yang ada di Jawa Tengah. Meskipun begitu, bangunan bersejarah Indonesia yang berada di Semarang ini masih berdiri kokoh dan difungsikan sebagai gereja sebagaimana fungsi awal dibangunnya bangunan ini.

Nama Blendug sendiri didapat dari bentuk atap dari Gereja ini yaitu kubah yang besar berwarna kemerahan. Dengan gaya khas bangunan  Belanda, arsitektur indah dari Gereja Blendug hingga saat ini masih dikagumi dan menjadi salah satu daya tarik wisata di Kota Semarang.

Baca juga: 13 Arsitektur Gereja Terindah & Bersejarah di Indonesia

Itulah berbagai wajah dari arsitektur bangunan bersejarah di Indonesia. Tak hanya kaya akan nilai sejarah, setiap detail dari berbagai banguan bersejarah tersebut sarat akan nilai budaya, filosofi dan juga menjadi tonggak perkembangan wajah arsitektur Indonesia dari masa ke masa.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s